
Statemen saya tentang kasus Ryan,saya sedikit kaget saat melihat perkembangan kasus yang saya tulis di blog hampir sama dengan berita di media massa,dugaan saya tentang Grandy benar bahwa dia bukan orang turunan belanda,lalu dugaan saya tentang Ryan yang tak melakukan pembunuhan secara tunggal/pembunuh juga benar,tapi statemen saya tentang "Pemalsuan Identitas Kematian" sepertinya belum pasti,padahal saat menulisnya saya berfikir bahwa apa yang saya tulis di Blog akan jadi "skenario" untuk didunia nyata, tapi yah sudahlah..
Lalu apa hubunganya kasus Ryan dengan tema Kebangkitan Nasional ini?,Mungkin karena kasus Ryan terjadi tepat di tahun ke 100 Kebangkitan Nasional,coba kalau terjadinya di bulan puasa maka Kebangkitan Nasional tak terlalu dikaitkan dengan kasus Ryan,hem…itu berarti..semakin tua umur Kebangkitan Nasional maka akan semakin banyak hal “Radikal” yang terjadi di Indonesia,bisa saja 5 atau 10 tahun lagi,hal yang palin ditakukan di Indonesia benar-benar terjadi,misalkan ada komunitas yang mempermainkan nasib manusia seenaknya tapi tak bisa diatasi oleh hokum,mungkin bukan komunitas “Radikal” itu yang semakin kuat,tapi mungkin sistem pemerintahan Indonesia yang semakin lemah.
Lalu soal peraturan yang diterapkan pemerintah kemana perginya?,sepertinya peraturan itu hanya ketat pada awalnya tapi lama kelamaan rasa jenuh muncul dan menghapus peraturan itu,sebagai contoh larangan merokok di tempat umum,hanya bisa dijalankan beberapa bulan saja lalu selanjutnya benar benar hilang sama sekali,aturan menyalakan lampu kendaraan disiang hari juga hilang,tapi untuk aturan “Dilarang Merokok” itu hanya menghambur hamburkan dana saja,padahal aturan itu saja belum tentu bisa ditaati(mengingat kebiasaan masyarakat yang hanya taat jika diperhatikan),kalau begitu ruangan khusus merokok akan sama seperti ruangan “UJI NYALI” ^ _ ^’’…siapa yang dengan cerobohnya membuat peraturan seperti itu?,pemborosan namanya.
“Kalau saya jadi presiden saya janjikan semua orang kaya,karena yang kaya tambah kaya dan yang miskin meninggal semua” coba lakukan hal itu,uh…itu hanya untuk mengurangi penderitaan rakyat,dari pada miskin semua tapi tak pernah berubah,dari pada miskin semua tapi yang kaya terus memagari rumahnya dengan pagar yang mereka anggap sebagai penolak bala bagi pengemis dan pengamen,teriakan saja kata kata itu di pemilu nanti,kalau tidak mau yah berarti calaon pemimpin nati harus berusaha keras agar bukan hanya orang kaya saja yang tambah kaya,tapi orang yang dibawah rata rata juga harus kaya,lelah euy kalau terus berharap demikian..lalu kami yang pelajar juga jangan selalu direpotkan dengan pembiayaan yang mahal,ada anggaran lebih untuk kami yang pelajar?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar