geografi pengunjung

WELCOME

 

 

Rabu, 16 Juli 2008

years 100th


Tepat Seratus tahun perayaan Kebangkitan Nasional negeri ini…

Negeri Indonesia…

Bersamaan dengan berjalannya tiap huruf dilayar notepad ini,
terdengar alunan lagu bendera Eross Candra yang dinyanyikan 3 DIVA.

Dilihat dari semua pendukung kegiatan, persiapan, para tamu yang hadir,
sepertinya memang bukan parayaan biasa…
Ya…
Perayaan 100 tahun kebangkitan Indonesia…
Ya…
Negeri yang beragam…
Ya…
Negeri yang kaya…
Ya…
Negeri yang indah…
Ya…
Seperti perayaan ini.
Perayaan yang megah, indah, sepaktakuler dan hanya ada 1 kali dalam 1 abad.

Terdengar indah suara alunan lagu Merah Putih yang dinyanyikan oleh lebih dari sepuluh ribu warga Indonesia,
terdengar indah bila mereka bersatu.

Tapi…

Apa hanya saat menyanyikan lagu saja kita bersatu,
Apa hanya saat merayakan 100 tahun kebangkitan nasional saja terlihat keindahan nusantara,
Apa hanya ada 1 kali dalam 1 abad kemegahan ini terdengar,
Apakah itu semua tidak dapat kita rasakan setiap hari..?

Perayaan 100 tahun Kebangkitan Bangsa diperingati dengan pertunjukan yang megah di Gelora Bung Karno,
Dilihat oleh lebih dari 100 juta warga negera Indonesia yang menantikan kenaikan harga BBM..

Bukan…
Bukan kenaikan harga harga BBM,
tapi pengurangan subsidi BBM.
Menyelamatkan APBN negara,
Lebih dari 80% subsidi dinikmati orang mampu sehingga subsidi harus dikurangi.

Itu kata-kata yang sering diucapkan oleh para politikus pendukung pemerintahan ini.
Kepandaian bertutur kata sama seperti saat mereka berpolitik.
Kata-kata yang menyejukan hati, memberi ketenangan, memberikan harapan…

Sungguh mempesona…

Seperti perayaan ini…
Perayaan yang megah dan butuh dana besar tentunya,
Perayan yang megah memang perlu untuk membangkitkan gairah,
semoga tidak hanya berhenti di perayaan saja,
dan semoga perayan ini bermakna,
tentu saja bermakna…

Perayaan 100 tahun kebangkitan bangsa yang megah,
diriringi dengan demo di sepanjang negeri karena kenaikan BBM,
kisruh pilkada,
korupsi yang makin besar dan kompak di negeri ini, tapi semoga tidak ada kasus korupsi dalam perayaan ini.
Sehingga tidak akan mengurangi semangat kebangsaan yang sedang gencar diserukan.

Dan semoga tidak hanya seruan,
bukan hanya kalimat manis,
sekedar kata-kata penyejuk hati,
tapi sikap dan tindakan yang nyata,
karena hidup adalah perbuatan, perbuatan yang nyata,
dan bukan perbuatan diam, perbuatan tidur, perbuatan kejahatan atau perbuatan tercela.

hehehehee…

“hidup adalah perbuatan”
itu yang saat ini sering terdengar di televisi-televisi dan sepertinya tulisan ini semakin ngaco…
sama seperti negeriku yang semakin lama dipimpin oleh orang-orang yang semakin ngaco…

Negeri yang sangat kaya, indah dan megah tapi dipimpin oleh orang-orang yang ngaco…
Sungguh kasian ibu pertiwi.

Ketika para pemimpin yang diberi kepercayaan terlena dengan kepercayaan rakyat,
kepercayaan yang membuat mereka “tertidur” dikursi yang empuk.
“tertidurkan…?”

Saya rasa mereka masih punya nurani dan tidak akan mungkin sengaja tidur ketika mereka harus membela rakyat,
mengemban kepercayaan yang telah diberikan.

Atau mungkin mereka tertidur karena lelah memikirkan bangsa ini,
yah mungkin begitu,
atau anggap saja begitu,
harus husnudzon kan…?,
paling tidak mengurangi dosa kita sendiri.

Jadi pemimpin memang susah,
Presiden, wakil rakyat, gubernur, bupati atau lainnya…
kalo memang tidak mampu jadi pemimpin g’ usah mencalonkan diri jadi pemimpin…
apalagi di negeri yang sedang susah ini,
agak diragukan semua perkatan mereka, janji mereka…
apa benar mereka ingin memperbaiki negeri yang susah, banyak utang and kisruh dimana-mana ini namun masih banyak mamiliki kekayaan alam yang berlimpah, atau
hanya mau mengambil kekayaan negeri untuk diri sendiri.

Pemimpin yang baik dan benar-benar ingin memperaiki bangsa ini harus siap jatuh miskin, atau
paling tidak pertambahan harta mereka sama atau lebih, namun sedikit saja alias g’ banyak,
kali nanti setelah jadi pemimpin hartanya berlipat ganda jadi 2 kali atau bahkan lebih…

SAYA yakin dia bukanlah pemimpin yang baik dan benar-benar ingin memperbaiki negeri ini.
Tidak ada pemimpin yang baik yang punya niat memperkaya diri di negeri yang sedang susah ini,
seperti membangun rumah,
pemilik rumah ya harus mengeluarkan harta yang dimilikinya untuk membangun rumahnya dengan bijak.

Harta bangsa ini sangat banyak, kalo punya wewenang menggunakannya,
gunkanlah dengan bijak sama seperti saat memebangun rumahmu yang megah,
bangun negeri ini manjadi benar-benar megah seperti rumahmu sendiri,
jangan hanya rumahmu saja yang megah,
apalagi membangun rumah yang megah dengan harta bangsa yang sedang butuh pembenahan.

Bangun rakyat ini sama seperti membangun keluargamu,
dan jangan gunakan rakyat untuk membangun keluargamu.

Pikirkan masa depan anak bangsa sama seperti kau pikirkan masa depan anak-anakmu,
dan jangan kau pikirkan masa depan anak-anakmu dengan mengorbankan masa depan anak bangsa.

Hei..!
Para calon pemimpin…
calon pemimpin yang siap bertempur di PEMILU tahun depan,
mampukah kalian, siapkah kalian, tuluskah kalian,
menang pemilu jangan membuat dirimu lupa,
karena banyak tugas menunggu,

ini hanya sebuah tulisan,
tak bermakna apapun tanpa perbuatan,
karena hidup adalah perbuatan,
musuh bangsa adalah rakyat kita sendiri,
musuh utama diri kita adalah diri kita sendiri,
kalahkan diri kita dan berbuatlah seuatu,
sesuatu yang bermanfaat bagi negeri ini…

teriring do’a dari seorang anak negeri di peringatan 100 tahun kabangkitan bangsa,
Amin…

Maju negeriku…
Maju bangsaku…
Maju tanah airku…

Hei…
generasi muda..!

Mari bangun negeri ini…
Mari bangun bangsa ini…
Mari bangun Indonesia..!

Seperti kata Presiden kita saat ini,

INDONESIA PASTI BISA…!

tuch diajakin Presiden, pasti bisa,
jangan hanya bisa nyusahin orang tua,
demo yang akhirnya rusuh, sekali-sekali g’ rusuh bisa g’ sih,
kasiankan teman-teman kita,
yang g’ salah ditangkapi oleh para aparat,
aparat yang g’ punya nyali yang hanya berani berbuat di balikseragam mereka,
menjalankan tugas tapi bukan berarti punya hak untuk memukuli,
apalagi menembak mati,
dituduh profokator lah,
biang kericuhan lah,
padahal cuma dicurigai and dituduh,
gitu aja udah dipukuli apalagi kalo beneran ya..?

hehehehe…

aku percaya dengan teman-temanku yang berjuang disana,
aku percaya mereka tidak akan melakukan perbuatan sebodoh itu,
itu hanya fitnah..!
Jangan pernah takut dengan fitnah,
oleh para aparat,
aparat yang g’ punya nyali yang hanya berani berbuat di balikseragam mereka.

Revolusi dan Reformasi berasal dari para kaum muda, mahasiswa..!
Hanya orang bodoh yang percaya para mahasiswa biang kerusuhan saat demo.
Orang tua kita yakin itu,
tiada semangat yang lebih hebat dari kepercayan dari orang tua kita.
So jangan pancing para aparat untuk buat kericuhan,
toh akhirnya kita juga yang akan difitnah dan disalahkan,
dan akhirnya membuat susah orang tua yang sudah memberi kepercayaan kepada kita.

Presiden bilang Indonesia bisa maju,
“its true”
hanya saja kapan…
bisa buat lebih cepat g’?

Send my email ya kalo tahu caranya,
sudah saatnya kita berbagi..!

INDONESIA PASTI BISA…!

http://www.edo.web.id/wp/2008/05/20/100-tahun-kebangkitan-indonesia/

Tidak ada komentar:

green my country

go green Indonesia!

notepad